Sampul Amplop Lebaran yang Tertukar 3
Cerpen Family

Amplop Lebaran yang Tertukar

oleh Agus V3

Sebuah Ampop yang Memberi sebuah Arti Hidup

Penilaian Pembina & Guru

9,0/ 10dari 1 penilai

Pagi itu,langit dikampung Layla cerah. Udara yang hangat bercampur aroma ketupat,opor ayam,dan rending yang dimasak didapur. Suara takbir masih terdengar diseluruh penjuru desa,menandai datangnya hari raya Idul Fitri. Layla menatap dirinya di cermin. Baju gamis nya yang rapi,jilbab pasminanya yang berwarna senada membuat penampilannya sangat canti. Ia tersenyum,lebaran selalu menjadi hari yang paling ditunggu,bukan hanya karena makanan atau baju baru tetapi karena amplop lebara Sepanjang tahun,ia sudah menghitung. Berapa banyak amplop yang bisa ia dapat dari paman,bibi,tetangga,bahkan teman-teman ayah. Amplop itu selalu menjadi momen yang paling beharga,walau isinya uang. Setelah salah ied,rumah Layla mulai dipenuhi tamu. Kakek dan nenek,paman,bibi,sepupu,dan tetangga yang datang silih berganti. Semua bersalaman,mengucapkan maaf,dan tentu saja,menyerahkan amplop kecil ke tangan Layla. “Ini buat jajan,ya,” kata paman Farid sambil tersenyum. Layla menerima amplop itu dengan hati-hati,menyimpannya di saku baju gamisnya. Ia melirik sepupunya,Anwar,yang sedang duduk di sofa. “Dapat berapa amplop lo?” tanya Anwar pelan Layla mengangkat lima jari. “sudah lima,” Anwar terkekeh kagum “wah,lumayan juga. Bisa beli jajan sebulan.” Namun beberapa menit kemudian,Layla membuka salah satu amplop. Ia mengerutkan kening. Di dalamnya bukan uang,melainkan secarik kertas kecil. Ia membacanya pelan-pelan. “Kebaikan kecil bisa menjadi hadiah besar” Layla menggeleng. Ia tidak tahu harus tertawa atau bingung. Ia menatap meja sekitarnya- toples kue lebaran masi penuh,makanan sudah siap,tamu masih terus berdatangan dan hatinya mulai penasaran. Pesan itu seolah menuntunnya untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang lebih dari sekedar menerima hadiah. Beberapa jam kemudian,saat para tamu mulai duiduk menikamati makanan,Layla melihat seorang anak kecil yang sedang berdiri didepan rumah. Bajunya sederhana,wajahnya ragu,dan ia hanya menatap rumah Layla yang ramai. Layla mencondongkan tubuhnya,tersenyum. “Halo,kamu cari siapa?” Anak itu menggeleng,”Aku cuman lihat-lihat…” Layla teringat pesan amplop yang ia baca .Gunakan hari itu untuk membuat orang lain tersenyum. Ia tersenyum lebar ”Kalau begitu ini buat mu.” Layal salah satu amplop yang berisi uang,dan memberikannya kepada anak itu. Anak itu terlihat kaget. “Ini…buat aku?” Layla menganguk. “Iya,selamat lebaran.” Anak kecil itu tersenyum lebar,seolah baru menemukan harta karun. “Terimakasih!” serunya riang lalu berlari pulang kerumahnya. Layla berdiri sebentar didepan rumah,menatap langit yang mulai memerah oleh senja. ia merasa hangat di dada aneh.. rasanya lebih bahagia memberi daripada menerima. Tiba-tiba , ayahnya muncul dari belakang. “Kamu sudah membaca pesan itu,ya?” Layla menoleh sedikit terkejut. “Ayah yang menaruhnya?” Ayah tersenyum sambil menepuk pundaknya. “Kadang,hadiah lebaran bukan soal beberapa banyak uang yang kita terima,tapi beberapa banyak senyum yang bisa kita bagi pada orang lain.” Layla menatap ayahnya,lalu menatap anak kecil yang baru saja pergi. Ia menganguk pelan. Sejak saat itu,setiap amplop yang ia dapat, ia buka terlebih dahulu untuk memeriksa apakah ada pesan kebaikan didalamnya. Dan setiap kali menemukan pesan itu,hatinya tersa lebih hangat dari sekedar uang didalam amplop. Hari itu,rumah Layla di penuhi tawa,makanan,kebahagian. Namun suasana menjadi lebih lucu ketika sepupunya,Anwar,tidak bisa berhenti mengambil kue nastar dari toples,sambil pura-pura menimbang sedikit kue seolah sedang menjalankan “Misi ilmiah”. “Anwar! jangan habiskan semua nya!” Seru Layla sambil tertawa. “Eh,ini untuk penelitian,Layla!” Jawab Anwar dramatis,menaruh kue dimulutnya sambil menghitung dengan jari. Layla tertawa terpingkal.Bahkan ayah dan ibunya ikut tersenyum melihat kekacauan kecil itu.Ditengah tawa dan aroma makanan,Layla menyadari satu hal:Lebaran bukan hanya sekedar tentang makanan,baju baru dan amplop uang....tetatpi tentang*membagi kebahagiaan,tawa,dan perhatian kecil kepada semua orang disekitar kita*. Dan Layla tersenyum lebar menyadari,bahwa amplop lebaran yang tertukar itu… adalah amplop paling berharga dalam hidupnya.Ia menyimpan pesan itu didalam hatinya ,sebagai pelajaran yang akan ia ingat setiap lebaran. THE END

Ulasan & Komentar (0)

Masuk untuk menulis ulasan.