Koleksi Premium
Buku penting tersedia dalam berbagai bidang, seperti keislaman, pendidikan, dan umum.
Perpustakaan Sumatera Thawalib Parabek merupakan bagian integral dari Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek dan menjadi salah satu ruang penting dalam membangun budaya baca, pengetahuan, serta pengembangan keilmuan di lingkungan pesantren.
Perpustakaan Sumatera Thawalib Parabek merupakan bagian integral dari Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, yang terletak di Jorong Parabek, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sekitar 3 km dari kota wisata Bukittinggi.
Tidak ada catatan sejarah secara spesifik kapan perpustakaan didirikan karena berdasarkan waktunya perpustakaan tumbuh sebagai bagian dari Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek yang didirikan pada tahun 1910 oleh Syekh Ibrahim Musa Parabek.
Syekh Ibrahim Musa kembali dari menuntut ilmu di Makkah selama 9 tahun dan memulai pengajian dalam bentuk halaqah (lingkaran belajar). Pada tahun 1920, sistem pengajaran beralih ke klasikal.
Pesantren ini mengalami perkembangan signifikan, seperti pembukaan program takhasus (spesialisasi) pada 1939, penambahan mata pelajaran umum pada 1958, dan pembentukan Yayasan Syekh Ibrahim Musa (YASIM) pada 1963 setelah wafatnya pendiri.
Pada 1979, sistem pendidikan disesuaikan menjadi 6 tahun (3 tahun Tsanawiyah dan 3 tahun Aliyah). Unit Ma’had Aly (setara perguruan tinggi) dibuka pada 2016, dengan wisuda pertama pada 2021.
Pesantren juga menghadapi berbagai tantangan, seperti gempa bumi 2007 dan pandemi COVID-19 pada 2020, ketika pembelajaran daring diterapkan.
Perpustakaan berfungsi sebagai pusat literasi utama bagi santri dari jenjang MTs (Madrasah Tsanawiyah), MA (Madrasah Aliyah), hingga Ma’had Aly, mendukung budaya baca sejak awal berdirinya pesantren.
Pesantren ini adalah salah satu pondok tertua di Sumatera dan memiliki sekitar 1.200 santri, yang membuat pengelolaan perpustakaan menjadi tantangan tersendiri karena jumlah buku yang sangat banyak.
Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek didirikan oleh Syekh Ibrahim Musa Parabek.
Sistem pengajaran berkembang dari halaqah menuju sistem klasikal.
Pesantren membuka program takhasus atau spesialisasi.
Mata pelajaran umum mulai ditambahkan dalam pendidikan pesantren.
Yayasan Syekh Ibrahim Musa (YASIM) dibentuk setelah wafatnya pendiri.
Sistem pendidikan disesuaikan menjadi 3 tahun Tsanawiyah dan 3 tahun Aliyah.
Unit Ma’had Aly dibuka sebagai jenjang pendidikan setara perguruan tinggi.
Ma’had Aly melaksanakan wisuda pertamanya.
“Kami hadir sebagai pusat literasi & pengetahuan Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, berdiri sejak 1910, dengan misi memperkuat budaya baca dan menebar ilmu keislaman yang kokoh.”
Buku penting tersedia dalam berbagai bidang, seperti keislaman, pendidikan, dan umum.
Mendukung layanan peminjaman dan perpanjangan digital serta rekomendasi buku.
Mendorong anggota menjadi Top Member, mengikuti kegiatan literasi, serta mengenal peluang beasiswa.
Mendukung berbagai prestasi santri, seperti MQKN, kompetisi sains, serta peluang beasiswa pendidikan.
Daftar ke perpustakaan melalui formulir online atau offline.
Data santri diverifikasi dan anggota memilih jenjang pendidikan MTs, MA, atau Ma’had Aly.
Setelah proses pendaftaran selesai, anggota mendapatkan akses sesuai layanan perpustakaan yang tersedia.
Panel yang dikhususkan bagi member yang telah bergabung dan membuat akun di website perpustakaan.
Nilai-nilai inti THAWALIB menjadi landasan pembentukan karakter dalam
kehidupan pesantren. Dalam konteks perpustakaan, nilai tersebut dapat
diwujudkan melalui budaya literasi, pelayanan yang baik, tanggung
jawab terhadap ilmu, kedisiplinan, dan komitmen terhadap pendidikan.
Klik salah satu nilai di bawah untuk membaca pengertian dan pembahasannya.
Untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, silakan mengunjungi website resmi Pondok Pesantren.
Kunjungi Website Ponpes Parabek →Pembahasan nilai budaya Sumatera Thawalib Parabek.